Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

JURNALIS KALTENG BENTUK BAJUBAH

Written By Unknown on Minggu, 21 Juli 2013 | 09.50

Palangka Raya - Diakui atau tidak, Kalteng menjadi sorotan banyak negara di dunia lantaran alamnya, ekosistemnya, sumber daya, dan hutannya yang menyimpan ragam keunikan dibanding daerah lain. Tidak salah, banyak lembaga dunia dalam bentuk Non Government Organization (NGO) atau organisasi non pemerintah terutama bidang lingkungan asal luar negeri yang masuk ke Kalteng.

Sayangnya, gerakan dan aktivitas mereka ternyata belum mampu menyentuh kepentingan masyarakat. Beberapa diantara organisasi lokal pun seperti LSM lokal, media, bahkan masyarakat hanya berperan sebagai penonton. Kendati menyandang nama organisasi lingkungan yang berpihak pada masyarakat, kenyataannya tak banyak masyarakat Kalteng yang merasakan manfaatnya.
Kondisi ini mendorong keprihatinan jurnalis dari berbagai media di Kalteng yang telah bersepakat membentuk komunitas betang Jurnalis Bahijau (Bajubah) ingin peduli dan konsern terhadap isu-isu terkini mengenai lingkungan. Sekaligus menempatkan posisi sebagai jembatan antara masyarakat dan organisasi lingkungan lainnya.

“Banyak NGO yang mengatasnamakan konsern bidang lingkungan masuk ke Kalteng dan mengemukakan keberpihakannya terhadap kepentingan masyarakat lokal, nyatanya tidak. Alih alih memberdayakan, justru sebagian besar masyarakat tak banyak merasakan manfaatnya. Melalui komunitas jurnalis yang perduli lingkungan inilah kami ingin berbuat,” kata Kordinator Bajubah Roziqin, dihadapan Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang saat audensi bersama sejumlah pengurus, Kamis (18/7/2013).
Mendengar hal ini, Teras pun langsung menyatakan dukungannya terhadap gerakan komunitas. Bahkan ia juga menegaskan jika memang kenyataannya saat ini NGO belum banyak berbuat untuk masyarakat. Ia pun mengapresiasi sekaligus bangga terhadap wartawan karena perduli terhadap isu lingkungan khususnya di Kalteng, apalagi baru satu-satunya komunitas lingkungan yang dibentuk di daerah, karena selama ini yang ada hanya dibentuk di pusat (Jakarta).

"Yang ada saat ini NGO lingkungan asing datang ke Kalteng, membuat penelitian, tapi hasilnya dibawa ke negara mereka dan digunakan untuk kepentingan sendiri tanpa ada yang kembali untuk masyarakat sekitar lokasi penelitian, mereka belum menerima manfaatnya. apalagi ternyata tidak ada hasil penelitian yang bisa diterapkan di Kalteng. Mulai saat ini Bajubah akan menjadi partner saya menyangkut persoalan lingkungan hidup. Saya akan bina, namun jangan ada tendensi politik,” tegas Teras mengingatkan.
Ia juga banyak bicara tentang kerusakan lingkungan di Kalteng yang terjadi saat ini akibat sejumlah proyek yang ternyata tidak direncanakan dengan baik. Teras juga mengungkapkan rencananya untuk menyusun Sustainable Palm Oil System atau sistem pembangunan kelapa sawit berkelanjutan. Alasan Teras, saat ini perkebunan sawit sudah menjadi isu internasional, meski ada pro kontra terkait baik dan buruknya perkebunan monokultur kelapa sawit.

"Mulai saat ini Bajubah akan menjadi partner saya menyangkut persoalan lingkungan hidup. Kalteng merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya alam dan hutan luas dihuni berbagai jenis tanaman maupun binatang. Bahkan air hitam yang hanya ada dua di dunia ini, yakni di sungai Amazon dan Sungai Sabangau Kalteng. Nah, Komunitas Bajubah harus berperan membantu saya menyuarakan kekayaan itu demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalteng. Sisa waktu saya dua tahun lagi, ayo kita bergerak bersama," pungkas dia. (MZQ)

Sumber : www.menaranews.com
Editor : Raudhatul
09.50 | 0 komentar

Kalteng Gelontorkan Rp1,6 Triliun untuk Amankan Jalur Mudik

Palangkaraya: Pemerintah perovinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelontorkan dana Rp1,6 triliun untuk memperbaiki jalan rusak menjelang arus mudik Lebaran.

Jalan yang diperbaiki terdiri dari jalan provinsi dan Trans-Kalimantan. Sedangkan dana yang digunakan berasal dari APBN dan APBD Kalteng.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalteng Leonard Ampung di Palangkaraya, Selasa(16/7), mengatakan, dana sebesar itu digunakan untuk perbaikan sejumlah jalur yang rusak dan sulit dilalui ketika arus mudik. Dengan peraikan tersebut diharapkan lalu lintas kendaraan pemudik tidak terkendala.

"Kami memprioritaskan perbaikan Jalan Trans-Kalimantan poros selatan yang mengubungkan Kalimantan tengah dengan Kalimantan Selatan. Karena ini jalur utama dan perbaikannya dilakukan dengan cara menutup lubang dengan aspal," ujarnya.

Selain Trans-Kalimantan poros selatan, sejumlah jalur lain yang diperbaiki yakni jalan provinsi poros tengah yang menghubungkan Kota Palangkaraya dengan sejumlah kabupaten di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, seperti Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara dan Murung Raya.

Kemudian pada wilayah barat yang menghubungkan Palangkaraya dengan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Lamadau juga diperbaiki oleh Dinas PU kalteng. "Untuk wilayah barat anggaran yang telah disiapkan Rp1,2 triliun ditambah lagi dengan Rp400 miliar dari dana perbaikan reguler," jelasnya. (Surya Sriyanti).

Sumber : metrotvnews.com
09.47 | 0 komentar

Welcome Guys